
Aku yang masih kecil berlari-lari melintasi pematang sawah.
Ibuk berlari kecil mengejarku, sebentar kemudian menyuapiku.
Nyam…
Kadang-kadang aku bersembunyi dibalik tanaman jagung yang tinggi.
Kalau sudah begitu, ibuk bingung mencariku, saat itu pula…ciluuk….ba!
Ibuk kaget sekali, kemudian mencubit pipiku. Dan menyuapiku lagi.
Secuplik kisah masa kecilku di atas merupakan kisah sejak aku bisa berjalan, itu setiap minggu, ibuk dan bapak mengajakku ke sawah, sambil disuapin, aku mah senang-senang saja.
Begini, ummi dan abiku adalah seorang guru, karena aku putri ke dua, dan ummi musti mengajar, sejak umur 2 tahun, setiap ummi ngajar aku diambil ibuk, di ajak ke sekolah umi juga, tapi di kantin baksonya.
Aku dan ibuk sebenarnya ya macam tetangga, tapi ibuk dan bapak sangat saaayaang padaku.
Jadi ibaratnya orangtua ke dua gitu (^^). Yah, dan ibuk sudah punya anak, Perempuan dan laki-laki, tapi mereka semua sudah besar2, saat aku masi TK, putri ibuk yang paling besar sudah SMA, tapi putra ibuk yang terakhir masih SMP.
Ibuk sangat menjagaku, yang paling kusuka, adalah cara ibuk agar aku mau minum air putih yang banyak!
Ibuk mengambilkan aku air segelas besar penuh,
Ibuk: ayo, bismillah, diminum sampai seginii saja. (sambil disentuhkan jarinya ke luar gelas di sisi yang masih atas)
Aku: (dalam pikiranku: ah, sedikit saja kok) iya buk, bismillahirrohmanirohim…GLEK.
Ibuk: ayo..terus…ini sudah mau habis kok…
Aku:m.em! (sambil terus meneguk air putih)
Aku: buk, kok ngga slese2 sih, kan katanya sdikit? (ujarku protes)
Ibuk: (menurunkan jarinya agak kebawah gelas) lha ini belum sampe di tanda jarinya ibuk kok.?
Aku: ya deeh.. (meneguk sampai tandas)
Ibuk: naaa…gimana?? Puuinter kok emang anak ibuk ini…
Aku: ehehe..(meringis)
Tapi….
Ibuk sekarang sudah meninggal karena sakit….
Baru saja berakhir
Hujan di sore ini
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangi
Tak pernah terlewatkan
Dan tetap mengaguminya
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa di beli
Reff:
Bersamamu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya
Melawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Tak akan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagi
Back to Reff:
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini
Genap 2 tahun sudah, ibuk telah meninggal dunia.
Masih kuingat hari itu, tepatnya hari Minggu tahun 2007.
Aku bangun dengan hati penuh kegelisahan dan keresahan, gundah….sekali. tapi sayang akumasih tak mengerti apa sebabnya, ada apa ini?
Pukul 10.45 pagi, setelah aku nonton kartun Naruto, saat ending lagunya, aku nangis…
Aku seperti ingat akan sesuatu, tapi nggak tahu apa…
Aku sangat lemas saat itu,
Hingga Dzuhur tiba, aku masih nggak enak perasaan.
Aku nggambar di paint, ….
Aku nggambar pelangi.
Didepannya ada tulisan… Aku sayang Ibuk Us….
Save.
Nggak lama, Abi yang dari tetangga depan memberitahu kalau ibuk us sudah meninggal pukul 10 tadi.
DES! Mencelos bukan main aku, langsung rasanya kosong hati ini.
Aku nggak nangis di depan Abi, tapi malah ke kamar mandi, nangis sekeras-kerasnya.
(jadi gelisah tadi udah firasat…namanya juga ibuk tersayang..)
Trus kakak dan Abi ngajak aku ke rumah Ibuk. Sambil berusaha nggak nangis, aku jalan.
Sampai di sana, ramai sekali, eeh..aku nangis lagi kalau ingat ibuk.
Bude lilik menenangkanku, katanya, kalau aku nangis, ibuk ntar gak tenang.
Aku manut.
Beberapa menit kemudian, keranda jenazah ibuk yang diselimuti kain hijau bertuliskan “laailaahailallahmuhammadurrasulullaah” telah ditandu oleh 6 orang pria.
Aku yang nggak bisa mikir apa2 nangis lagi sambil berusaha lari ngejar rombongan itu.
Tapi mbak menahanku, sambil memelukku.
Aku nggak mau makan sampai malam. Sampai malam aku di sana.
Malamnya, Ummi dan Abi datang, jemput aku mau pulang, karena sudah jam 8, aku nurut.
Malam itu juga, aku mimpi ibuk di depan warung bakso.nya, terlihat rambutnya putih dan mengenakan daster hijau yang biasa dipakainya, ibuk memanggilku, dan aku berlari dan segera melingkarkan tenganku untuk memeluk ibuk us, rasanya,…seperti nyata sekali.
Malam itu juga, aku menagis sambil mimpi.
…..
Satu hal yang aku sesali, aku belum pernah bertemu ibuk us sejak beliau di rumah sakit. Aku dilarang menjenguk, takutnya ntar aku nangis di sana.
Jadi kira2 ya 2 minggu lebih aku ndak lihat wajah ibuk.
Aku menyesaaaaaal sekali.
Memang aku bukan anak kandung ibuk..
Tapi kuanggap ibuk sebagai orangtuaku juga.
Aku akan selalu mendoakan ibuk.
Semoga ibuk tenang di sana.
Ya Allah…berilah ibuk ketenangan… terimalah amalnya semasa hidup… berilah beliau cahaya-Mu … rahmati.lah…. hingga hari yang Engkau janjikan tiba… Amiiin…
I love you…ibuk…
^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar yyaaa...! Insyaallah dapet pahala! kan membahagiakn saya.. ^^